akunto[MO]untain

celotehan pendaki amatir

standarisasi dan regulasi, perlukah?


IMG_1792

Ketika mengikuti Raker Pemprov DIY mengenai kebijakan wisata goa, yang terpikir malah kebijakan wisata pendakian. Wisata minat khusus seperti penakian, rafting, susur goa saat ini memang menjadi trend. Kegiatan yang dahulu dikenal sebagai kegiatan yang menantang bahaya kini justru menjadi salah satu wisata yang paling diminati. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan standarisasi kegiatan (terkait aturan, SOP, dan kawan-kawannya).

Wisata goa DIY gini menjadi primadona wisata karena promosi baik di media televisi maupun di media sosial. Namun wisata goa tidak semudah yang diperkirakan, dalam kurun waktu 2012 -mei 2013, wisata goa sudah memakan korban bahkan korban jiwa. DIY sebagai salah satu provinsi yang memiliki potensi wisata goa yang besar kemudian berinisiatif melakukan pembenahan terhadap wisata goa terutama terkait regulasi dan SOP wisata goa itu sendiri, sehingga nantinya tidak ada korban jiwa maupun konflik sosial.
Nah, bagaimana dengan pendakian. Korban jiwa dalam pendakian gunung terus bertambah. Jika secara nasional, korban jiwa dalam pendakian lebih besar daripada susur goa. Namun, apakah sudah ada inisiatif untuk melakukan standarisasi dan regulasi?

Pendakian gunung memang tak bisa disamakan dengan susur gua, selain cakupan wilayah yang lebih luas, setiap gunung memiliki banyak pintu masuk sehingga sulit dilakukan pengawasan. Oke, mari dipersempit pada jalur-jalur resmi saja.  Jalur resmi pun sangat banyak dan lintas provinsi sehingga cukup sulit membuat kebijakan karena lintas wilayah. Oke,mari persempit pada jalur pendakian resmi yang terdapat di Taman Nasional. Hingga kini belum ada stadarisasi pendakian untuk kawasan taman nasional. Tiap taman nasional memiliki aturan sendiri-sendiri, mulai yang sangat longgar seperti Taman Nasional Gunung Merbabu maupun yang sangat ketat seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango(TNGPP). OKe mari membahas peraturan di TNGGP. petunjuk teknis komplit bisa dilihat di http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2010/04/juknis-pendakian-revisi-2010.pdf.  Pada poin persyaratan terdapat syarat menguasai poin poin berikut:

a. Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
b. Peta dan Kompas
c. Survival
d. Menggunakan Peralatan Standard Pendakian

dan membawa peralatan standar sebagai berikut:

1. Tenda kedap air, dengan frame/ tiang besi/alumuniumnya, (dilarang tenda tidak dengan tiang). Flysheet hanya digunakan sebagai peralatan tambahan;

2. Ransel/carier dengan spesifikasi kuat dan kondisi baik (jahitan, resleting, pengikat), nyaman dipakai, Kapasitas 40 lt atau lebih, tidak mengganggu pergerakan; Tas berukuran kecil hanya digunakan untuk peralatan tambahan.

3. Matras, minimal terbuat dari bahan evaspon, ketebalan min 3 mm, lebar min 40 cm, panjang min 180 cm, dapat digulung dan memakai pengikat, ringkas ;
4. Kantong tidur (Sleeping bag), minimal mampu menahan suhu 10 derajat Celcius;
5. Sarung tangan dengan spesifikasi jari-jari tangan tertutup, sesuai dengan ukuran tangan menutup/melebihi pergelangan tangan;
6. Kaos kaki diutamakan bahan semi wool, kuat dan tebal, bahan bukan nylon dan membawa cadangan ( 2 Ps);
7. Baju lapangan tangan panjang, mudah kering (menyerap keringat)serta tidak terlalu longgar/ketat;
8. Celana lapangan dengan spesifikasi bahan tidak terbuat dari jeans, mempunyai saku tambahan (saku samping), tidak terlalu longgar/ketat;
9. Pakaian tidur/training/sweater/kaos tangan panjang yang bersifat menghangatkan (1 Stel);
10. Balaclava / kupluk diutamakan bahan semi wool/polar;
11. Sepatu olahraga/lapangan, minimal sepatu militer, kuat, nyaman dengan membawa tali sepatu cadangan (1 Ps);
12. Jas hujan, minimal jenis ponco terdapat lubang untuk kepala, Jenis bahan tidak mudah sobek/berserat/plastic;
13. Lampu senter, minimal menggunakan 2 buah baterai besar,diberi tali gantungan dengan bohlam cadangan (1buah), baterai cadangan (2 buah);
14. Peralatan masak : minimal misting / nasting lengkap dengan spesifikasi bahan aluminium dan memakai pembungkus, parafin atau kompos gas kecil;
15. Perbekalan logistik, untuk 2 hari 1 malam dengan volume disesuaikan dengan jumlah anggota kelompok;
16. Obat-obatan pribadi (alat P3K).

pertanyaan berikutnya, bagaimana implementasinya? bisa dibilang sangat sulit. Entah karena kurang personil, jumlah pendaki terlalu banyak, atau banyak keluhan dari pendaki. Aturan pun tidak berjalan dengan baik. Itu terjadi di TNGGP, bagaimana jika diterapkan di seluruh Taman Nasional atau di seluruh gunung??? ntahlah..yang pasti makin banyak keluhan, cacian, makian, atau hujatan di kalangan pendaki atau grup-grup pendaki di sosial media terhadap kebijakan tersebut.

Disadari atau tidak, pendakian kini mengarah pada mass tourism karena kemudahan informasi maupun makin canggihnya peralatan pendakian mulai dari yang murah hingga kelas dewa. Bila tidak diantisipasi, daya dukung lingkungan gunung takkan mampu mengakomodasi ribuan pendaki yang datang. Ujung-ujungnya, gunung kotor, alam rusak kemudian ditinggalkan. Untuk wisata minat khusus seperti pendakian dan susur goa, perlu upaya “sedia payung sebelum mendung” alih-alih “sedia payung sebelum hujan”, seperti yang sering diutarakan Mas Bagus ASC.

lalu apa kesimpulan tulisan ini? perlukah standarisasi regulasi pendakian? standar yang seperti apa? ah..ntahlah…mungkin akan aku jawab bila ada pekerjaan analisis kebijakan wisata minat khusus pendakian gunung nantinya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 18, 2013 by in Catatan Pinggir, rupa rupa and tagged .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 42 other followers

Follow akunto[MO]untain on WordPress.com

Blog Stats

  • 100,808 hits
%d bloggers like this: