akunto[MO]untain

celotehan pendaki amatir

Selo, di antara 2M


Selo, sebuah wilayah yang berada di Gunung Merapi dan Merbabu menawarkan pesona yang memikat. Bentanglahan yang atraktif, hamparan hijau yang membentang luas serta dua gunung yang seolah menjadi pembatas memberikan pengalaman visual yang sulit dilupakan. Pada sisi selatan dapat terlihat jelas Gunung Merapi serta jejak jejak letusan 2010 pada sisi baratnya. Di sisi utara tampak Gunung merbabu laksana raksasa yang tertidur, kalem dan tenang.

Selo dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau. Tembakau menjadi komoditas yang mengegrakan perekonomian penduduk selo. Sejak lama, tembakau dari Selo sudah dikenal. Tak heran, sebuah adegan “Soegija”, kakek Lingling membanggakan tembakau selo sebagai tembakau terbaik pada serdadu jepang. Musim panen tembakau biasanya pada bulan Agustus. Pada masa ini saat yang tepat untuk menyaksikan kesibukan warga dalam kegiatan bercocok tanam tembakau. Selain Tembakau, Selo juga menghasilkan komoditas sayuran, yang cara penanamannya menggunakan sistem Tumpang sari.

Daun tembakau yang dikeringkan

Gardu pandang Selo menjadi salah satu point of interest para wisatawan, kemudahan akses, pemandangan yang menarik serta tulisan New Selo ala Hollywood yang dapat terlihat dari kejauhan menjadi focal point kawasan ini. Dari gardu pandang kita dapat menikmati pemandangan Selo dari ketinggian serta Merbabu yang menjulang tinggi dan besar. Deretan kios menawarkan makanan dan minuman untuk menemani pengunjung yang menikmati pemandangan

Tulisan New Selo di gardu pandang Selo yang mengingatkan kita akan tulisan di hollywood

Bagi yang ingin menikmati paket wisata di Selo, dapat mencari informasi di Tourist Information Center selo. Salah satu paket yang ditawarkan adalah paket perjalanan berkeliling kebun sayur perorangan maupun rombongan. Paket terbilang lengkap karena mencakup jamuan minum, tari selamat datang, outbound, aktivitas masyarakat di kebun, serta pengalaman memanen sendiri sayur yang kita inginkan. Paket yang cukup menarik.

Masyarakat Selo memiliki hubungan yang erat dengan Merapi – Merbabu. Warga Selo di sisi Merbabu mempercayai bahwa gunung menjaga kehidupan. Gunung Merbabu bisa dibilang sebagai perwujudan ibu pertiwi /mother earth, yang selalu memberikan kehidupan dan penghidupan serta selalu melindungi dari bahaya apapun, Merbabu memberikan tanah yang subur serta sumber air bagi warga sekitar. Ketika terjadi letusan gunung Merapi, Alih alih membunyikan kentungan dan berteriak “Merapi meletus”, mereka menggantinya dengan kata Gludug Gunung. Pantangan bagi mereka untuk gaduh dengan membunyakan kentungan dan berteriak untuk menunjukkan rasa hormat kepada Gunung. Sebuah kearifan yang perlu dilestarikan untuk menumbuhkan rasa hormat kepada alam yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta.

Warga Selo di sisi Merapi juga memiliki keyakinan yang berkaitan dengan Gunung Merapi. Mereka percaya, letusan Gunung Merapi tidak akan merusak Selo karena tepat di Selo sisi Merapi terdapat Gunung Bibi. Gunung bibi dipercaya sebagai ibu kandung Gunung Merapi sehingga Merapi tak berani mengamuk ke daerah Selo. Menurut Badan Penyelidikan dan pengembangan teknologi Kegunungapian, Gunung Bibi merupakan Gunung Merapi Tua atau gunug Merapi Pertama. Disini terlihat adanya benang merah antara keyakinan masyarakat secara turun temurun dengan sejarah geologi.

Merbabu dilihat dari Selo sisi Merapi

merapi dari selo sisi merbabu

Bagi para pendaki sekitar Jawa Tengah, Selo tentu cukup akrab. Di sini terdapat dua jalur pendakian yang cukup populer, yaitu Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Selo dan Gunung Merapi Via new selo. Bagi para pendaki dari luar Jawa Tengah, biasanya mereka langsung mendaki kedua gunung tersebut, yang dikenal dengan 2M, atau double M. So..mari nikmati keindahan Selo dari kedua sisi

3 comments on “Selo, di antara 2M

  1. wibisono
    August 10, 2012

    Pendakian satu paket. Merapi merbabu.

    • akuntomo
      August 10, 2012

      tapi saya nda pernah ngambil 1 paket..maklum dengkul tua hehe

      • wibisono
        August 10, 2012

        hahaha. kalo sekarang sih paling ya sekali saja. sama mas. dan kalo sudah kesana tidak kebelet mengejar sunset. yang penting sampai dan santai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 8, 2012 by in Gunung, Merapi, Merbabu, Sekilas Info, Sekilas Info and tagged , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 42 other followers

Follow akunto[MO]untain on WordPress.com

Blog Stats

  • 100,808 hits
%d bloggers like this: