akunto[MO]untain

celotehan pendaki amatir

The Way


sumber: Imdb.com

life is too big to walk it alone

The Way adalah sebuah kisah perjalanan dengan berjalan kaki sepanjang rute ziarah Santiago de Compostella, yang membentang dari Prancis Selatan hingga ujung Barat Spanyol. Jalur ziarah yang menapaki jejak Santo James (Rasul Yakobus) ini sudah berlangsung ribuan tahun ini dan hingga kini masih ramai dikunjungi peziarah dari seluruh dunia. Jalur ini merupakan jalur peziarah umat Katolik terpenting ke 3 setelah Yerusalem dan Vatikan.

Kisah dimulai ketika Tom Avery, seorang dokter mata dari Amerika mendapat kabar bahwa putranya, Daniel Avery tewas dalam perjalanan ziarah di Santiago de compostella. Tom terbang ke Paris untuk mengurus kematian putranya, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk melakukan perjalanan ziarah, guna menuntaskan perjalanan ziarah putranya (tokoh ayah anak ini juga diperankan oleh aktor ayah anak). Dan kisah ini dimulai dari sini, dimana Tom akhirnya bertemu dengan rekan rekan seperjalanan yang berasal dari berbagai negara, berbagai karakter dan berbagai tujuan.

Kisah yang disampaikan cukup sederhana, dengan dialog yang mengalir, namun berisi. Karakter – karakter yang ditampilkan pada kelompok perjalanan Tom membuat kisah ini menjadi hidup. Tom Avery, yang bukan seorang petualang, memiliki sifat keras, dan sangat Amerika (yang kadang sedikit pongah). Joost, seorang Belanda, yang sangat terbuka dan senang makan. Tujuan melakukan perjalanan jauh ini pun bukan sesuatu yang filosofis seperti ingin menemukan arti hidup dan lain lain, tapi lebih pada untuk menurunkan berat badannya. Sarah, seorang Kanada, yang cukup skeptis, judes, dan penuh amarah (karena faktor masa lalu) yang melakukan perjalanan untuk berhenti merokok. Jack, seorang Irlandia, penulis yang kejar tayang, melakukan perjalanan untuk mencari kisah menarik sebagai bahan penulisan. Keempat karakter ini yang kemudian membentuk kisah perjalanan ini.

Selain dialog-dialog yang lugas, penuh makna namun tak terkesan menggurui, The Way juga menawarkan pengalaman visual yang menarik. Keindahan bentanglahan (landscape) sepanjang perjalanan disajikan dengan apik. Bangunan bangunan tua dan khas perdesaan Eropa juga dapat ditampilkan dengan baik, sehingga menambah pengetahuan kita tentang model permukiman atau arsitektural. Musik pengiring juga sangat pas. Secara umum, dapat dikatakan The Way menawarkan paket yang lengkap, mulai dari cerita yang kuat, permainan peran yang baik, pengalaman visual yang menyenangkan dan musik pengiring yang indah.

Bagi para pendaki, mungkin perhatian akan tertuju pada peralatan yang digunakan, sperti jaket dan ransel TNF, model sleeping pad yang digunakan, trekking pole’nya atau yang lainnya. Bagi penggemar kegiatan berjalan, akan iri dengan kondisi di sana dimana sangat nyaman untuk berjalan kaki. Atau para penggemar petualang, film ini bisa dijadikan acuan atau inspirasi untuk rencana petualangan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 15, 2012 by in Film, Review and tagged .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 42 other followers

Follow akunto[MO]untain on WordPress.com

Blog Stats

  • 100,808 hits
%d bloggers like this: