Edelweiss


Edelweiss adalah tumbuhan pegunungan yang bisa dibilang paling populer di antara tumbuhan lain.Edelweiss berasal dari bahasa jerman yaitu “mulia” , weiss yang berarti “putih”. Edelweiss pernah digunakan tentara Jerman sebagai lambang pasukan. Pasukan SS nazi memiliki lencana berlambang edelweiss ( Bagi penggemar berat serial Band of Brother pasti mengetahuinya) , kapal selam U-134 (u-buat) juga memiliki lambang edelweiss. Edelweis menjadi simbol kekuatan dan kebulatan tekad dalam cerita rakyat Jerman, dimana seseorang harus mendaki pegunungan alpen untuk mendapatkannya. Mungkin kalo di Indonesia, terutama di kawasan tanaman nasional seperti Semeru dan Gede Pangrango, (memetik) edelweis melambangkan keberanian (atau kenekatan) karena harus sembunyi sembunyi agar tidak ditangkap oleh para penjaga tanam nasional. Di ranu kumbolo, aku mendengar cerita dari seorang pendaki kalo pernah ada pemetik edelweis yang dihukum berendam di ranu oleh jagawana. Edelweis juga sering disebut sebagai bunga abadi. Bunganya masih terlihat segar dan tidak layu meski telah lama dipetik. Hal ini sering diasosiasikan sebagai perlambang cinta abadi (akibatnya, banyak pendaki yang memetik bunga ini tanpa rasa bersalah, entah untuk membuktikan keberanian atau cinta abadinya).

Edelweiss yang dijumpai di Indonesia memiliki nama latin Anaphalis javanica. Tumbuhan dengan ini biasanya dijumpai pada ketinggian 2000 – 3000 mdpl (zona Hutan Sub alpin), dan banyak dijumpai pada daerah yang berbatu. Ketinggian pohon dapat mencapai 8 meter namun umumnya yang sering ditemui hanya berkisar 1 – 3 meter. Bunga edelweiss mekar pada bulan April – agustus. Edelweiss termasuk dalam tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda karena mampu membentuk mikrozoa.

edelweiss di Kalimati, Semeru
“kebun” edelweiss di Lembah Mandalawangi Pangrango

Lembah Mandalawangi Pangrango merupakan salah satu tempat dimana kita bisa menemukan hamparan edelweiss dalam jumlah besar. Dahulu di sekitar Gunung Batur masih dapat dijumpai edelweiss dalam jumlah cukup banyak, namun kian lama makin sulit mencarinya. Hal yang sama juga terjadi di beberapa gunung di Pulau Jawa. Kepopuleran edelweiss menjadi ancaman karena banyak pendaki yang berusaha membawanya pulang dan kini menjadi tanaman yang terancam kelangsungannya. Semoga saja di masa datang edelweiss tidak hanya abadi sebagai sebuah cerita namun wujudnya masih dapat dijumpai oleh generasi mendatang.

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s