akunto[MO]untain

celotehan pendaki amatir

Eiger Excelsior 55


Seri excelsior bisa dibilang sebagai salah satu produk flagship (unggulan) eiger. Hal ini dapat dilihat dari segi harga maupun fitur yang ditawarkan. Excelsior dilengkapi dengan fitur fitur seperti hydrosystem, kompartemen SB, rigid frame , ice axes holder, trekking poles holder, serta adjustable torso/back system.

xcelsiorku di puncak syarif merbabu

Adjustable back system sangat membantu memberikan kenyamanan karena kita dapat mengatur posisi tali pundak sehingga jarak antara tali pundak dan tali pinggang menjadi pas di punggung. Ventilasi bagian punggung juga baik karena terjadi sirkulasi udara sehingga mengurangi timbulnya keringat. Sebagai salah satu produk yang dirancang untuk kinerja yang berat, jenis kain yang digunakan adalah condura sehingga cukup kuat untuk “disiksa” di medan berat. Namun akibatnya, dipadu dengan rangka dalam, bobot ransel menjadi cukup berat dan tidak cocok untuk Ultralight Hiking. Banyaknya fitur juga berimbas pada banyaknya tali pengaturan pada ransel sehingga terlihat sangat ribet.

Dari segi stabilitas, excelsior sudah cukup baik, karena sistem punggung yang dapat disesuaikan. Hanya saja, hip belt (tali pinggang) kurang nyaman, dan sering kali mengendur bahkan lepas dengan sendiri. hip belt juga kurang “mesra” memeluk pinggang, harus mencari posisi yang benar benar tepat biar nyaman. Hal ini tentu saja dapat mengganggu. Jahitan pada tali pengikat juga kurang kuat. Dua tali ice axes holder sudah lepas jahitannya. Satu lagi masalah yang belum ketemu penyebabnya, kadang ketika digunakan muncul bunyi berderik/mendecit “kriet..kriiett”pada bagian punggung, ntah dari frame yang bergesek atau sistem torsonya.Di kaskus pernah dibahas masalah yang sama tetapi pada ransel eiger beda tipe..hehe sampai muncul anekdot “kalo nda “kriet..kriiet” serasa bukan eiger”

Excelsior memiliki banyak kompartemen. Kompartemen utama terdiri dari kompartemen atas, dan kompartemen bawah yang digunakan untuk SB. Terdapat zipper yang bisa dibuka sehingga kedua kompartemen menjadi satu. Kompartemen utama memiliki dua akses, yaitu bagian atas sebagai akses utama dan zipper bagian depan yang membantu untuk mengakses barang barang yang berada di tengah ransel. Kantong kantong lainnya terdiri dari dua kantung pada bagian kepala, dua kantung depan (atas dan bawah) serta kantung samping yang biasa digunakan untuk menaruh botol, frame dan matras.

Secara umum Ransel ini cukup baik, terbukti masih kuat setelah digunakan 17 pendakian, 12 pendakian olehku. Hanya saja perlu pengaturan pada back system dan sistem persabukan (belt) untuk memberikan kenyamanan yang maksimal. Masalah harga mungkin menjadi sedikit masalah. Harganya kini bersaing dengan ransel – ransel produkluar yang sudah memiliki nama seperti deuter (ketika membeli tas ini harganya masih 2/3 harga excelsior saat ini yang mencapai 1,2 juta rupiah).

Simpulan

(+) Bagian torso yang bisa diatur

(+) Memiliki akses bagian depan untuk kompartemen utama

(+) Banyak memiliki kantong

(+) Kuat dan Stabil

(-) Tali yang cukup ribet

(-) Berat

(-) Jahitan pada ice holder belt kurang kuat

(-) Harga mahal

(-) Hip belt yang kurang nyaman

(-) kadang muncul bunyi “kretek..kretek” ketika digunakan

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 30, 2012 by in Perlengkapan Pendakian, Review and tagged .
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: